1.Jelaskan pengertian Ikhtisar ?
Ikhtisar menurut (summary) sekurang-kurangnya ikhtisar dalam hubungan
dengan laporan, merupakan suatu bagian dari tulisan yang menyampaikan
suatu informasi yang pening dari sebuah laporan dalam bentuk yang sangat
singkat walaupun bentuk ikhtisar itu sangat singkat, namun tidak
sesingkat abstrak bila abstrak hanya menyampaikan aspek-aspek mana saja
yang dikemukakan dalam laporan, maka ikhtisar memasukan pula informasi
mengenai aspek-aspek itu bila perbedaan abstrak dan ikhtisar ditinjau
daru unsur-unsur pembentukan tema, maka abbstrak hanya mengandung topik
persoalan, sedangkan ikhtisar mengandung topik persoalan dan tujuan yang
akan dicapai melalui topic tadi.
Jadi intinya ikhtisar adalah suatu bagian dari tulisan yang menyampaikan
suatu informasi yang penting dari sebuah tulisan dalam bentuk yang
sangat singkat.
Ikhtisar menurut Juhala (2003) adalah penulisan pokok-pokok masalah
penulisannya tidak harus berurutan, boleh secara acak atau disajikan
dalam bahan pembuat ikhtisar tanpa mengubah tema sebuah wacana.
2.Apa perbedaan ikhtisar dan ringkasan?
Iktisar adalah sama dengan ringkaan hanya ringkasan harus berurutan
sesuai dengan urutan kerangka aslinya sementara ikhtisar tidak perlu
berurutan sesuai dengan urutan karangan aslinya, disamping itu iktisar
tidak perlu mencakup keseluruhan.
3.Jelaskan bagian-bagian iktisar dan karakteristiknya?
Ikhtisar adalah rangkuman gagasan yang dianggap penting oleh penyusun
ikhtisar yang digali dari sebuah teks, penyusunan ikhtisar dapat
langsung mengemukakan inti atau pokok permasalahan yang berkatian dengan
kepentingan atau perhatiannya, hal pokok yang membedakan ikhtisar dari
rangkuman adalah sebagai berikut:
1. Dalam ikhtisar urutan dari teks asli tidak perlu dipertahankan
2. Ikhtisar tidak akan memberikan isi keseluruhan dari karangan asli secara praoprasional.
3. Bab-bab atau bagian dari teks asli yang dianggap kurang penting oleh penyusun ikhtisar dapat diabaikan.
4.Sebutkan ciri-ciri ikhtisar?
1. Merupakan tulisan baru yang mengandung sebagian gagasan dari teks.
2. Tidak mengandung hal baru, pikiran atau opini penyusn ikhisar, baik yang dimaksudkan secara sadar maupun tidak sadar.
3. Menggunakan kata-kata dari pengusun sendiri.
Bagaimana menyusun ikhtisar yang baik?
a. Menetapkan tujuan membaca gagasan apa yang saya butuhkan
b. Membaca dengan cermat apa relevasi gagasan yang saya perlukan itu dalam konteks tulisan saya ini?
c. Mencatat gagasan yang penting dari sudut pandang penyusunan ikhtisar dengan kata-kata sendiri.
d. Menyusun kerangka tulisan.
e. Menulis ikhtisar.
f. Mengecek kembali tulisan asli untuk meyakinkan bentuk semua gagasan yang penting telah terjadi.
g. Mengoreksi kesalahan bahasa dan kesalahan cetak.
5.Apa fungsi ikhtisar?
Ikhtisar berfungsi sebagai garis-garis besar masalah dalam sebuah wacana
yang berukuran pendek atau sedang. Persamaan ringkasan dan ikhtisar
adalah keduanya merupakan penyajian singkat suatu kerangka adapun
perbedaannya adalah:
1. Ringkasan adalah penyajian singkat suatu karangan asli dengan tetap
mempertahankan urutan isi. Sudut pandang, pengarang dan perbandingan
antara bagian secara praoperasional.
2. Ikhtisar adalah penyajan singkat suatu karangan asli dengan tidak
lagi mempertahankan karangan aslinya, tidak mempertahankan karangan
aslinya, tidak mempertahankan sudut pandang pengarang aslinya dan tidak
mempertahankan perbandingannya antara bagian secara profesional.
Ikhtisar lebih memberikan penekanan hal yang penting, sedangkan hal yang
penting diabaikan.
6.Bagaimana cara membuat ikhtisar?
1. Membaca naskah asli
Langkah pertama dalam perbuatan ikhtisar adalah membaca naskah asli satu
atau dua ali untuk mengetahui kesan umum dan maksud pedagang serta
sudut pandangnya.
2. Mencatat gagasan utama
Setelah penulis menangkap maksud, kesan umum, dan sudut pandang
pengarang asli, maka langkah selanjutnya mencatat semua gagasan utama
atau gagasan yang penting.
3. Menulis ikhtisar
Yang menjadi dasar sinopsis itu adalah ringkasan dan abstrak cara membuat sinopsis adalah sebagai berikut:
a. Membaca naskah asli telebih dahulu untuk mengetahui kesan umum penulis
b. Mencatat gagasan utama dengan menggaris bawahi gagasan yang penting.
c. Menulis ringkasan cerdaskan gagasan-gagasan utama sebagaimana dicatat
pada langkah kedua, gunakanlah kalimat yang padat, efektif, dan menarik
untuk merangkai jalan cerita menjadi sebuah karangan singkat yang
menggambarkan karangan asli.
d. Dialog dan monolog tokoh ditulis isi/garis besarnya saja.
e. Sinopsis tidak boleh menyimpang dari jalan cerita dan isi dari keseluruhan karya yang asli.
7.Apa manfaat dan tujuan teks ikhtisar?
Tujuan atau manfaat membuat suatu lingkungan adalah untuk memahami dan
mengetahui isi dari sebuah buku atau karangan, juga berguna untuk
mengembangkan ekspresi serta pengehematan kata penulis harus dapat
membedakan gagasan utama dan gagasan-gagasan tambahan karena dapat
membantu penulis dalam mempertajam gaya bahasa serta menghindari
uraian-uraian yang panjang lebar. Ikhtiar dibuat untuk membantu pebaca
buku memahami buku yang panjang ikhtisar mmbantu pembaca buku untuk
membaca hal itu dalam waktu yang singkat dengan cara yang menghemat
waktu.
Senin, 28 November 2016
Kamis, 17 November 2016
Minggu, 13 November 2016
Hikayat Bunga Kemuning
Dahulu kala, ada seorang raja yang
memiliki sepuluh orang puteri yang cantik-cantik. Sang raja dikenal sebagai
raja yang bijaksana. Tetapi ia terlalu sibuk dengan kepemimpinannya, karena itu
ia tidak mampu untuk mendidik anak-anaknya. Istri sang raja sudah meninggal
dunia ketika melahirkan anaknya yang bungsu, sehingga anak sang raja diasuh
oleh inang pengasuh. Puteri-puteri Raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya
suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah
mereka. Pertengkaran sering terjadi diantara mereka.
Amanat :
-Berlaku baiklah kepada sesama saudara kita
-Berfikirlah terlebih dahulu ketika kita akan bertindak
Kesepuluh
puteri itu dinamai dengan nama-nama warna. Puteri Sulung bernama Puteri Jambon.
Adik-adiknya dinamai Puteri Jingga, Puteri Nila, Puteri Hijau, Puteri Kelabu,
Puteri Oranye, Puteri Merah Merona, Puteri Kuning dan 2 puteri lainnya. Baju
yang mereka pun berwarna sama dengan nama mereka. Dengan begitu, sang raja yang
sudah tua dapat mengenali mereka dari jauh. Meskipun kecantikan mereka hampir
sama, si bungsu Puteri Kuning sedikit berbeda, Ia tak terlihat manja dan nakal.
Sebaliknya ia selalu riang dan dan tersenyum ramah kepada siapapun. Ia lebih
suka bebergian dengan inang pengasuh daripada dengan kakak-kakaknya.
Pada suatu hari, raja hendak pergi jauh. Ia
mengumpulkan semua puteri-puterinya. "Aku hendak pergi jauh dan lama.
Oleh-oleh apakah yang kalian inginkan?" tanya raja. "Aku ingin
perhiasan yang mahal," kata Puteri Jambon. "Aku mau kain sutra yang
berkilau-kilau," kata Puteri Jingga. 9 anak raja meminta hadiah yang mahal-mahal
pada ayahanda mereka. Tetapi lain halnya dengan Puteri Kuning. Ia berpikir
sejenak, lalu memegang lengan ayahnya. "Ayah, aku hanya ingin ayah kembali
dengan selamat," katanya. Kakak-kakaknya tertawa dan mencemoohkannya.
"Anakku, sungguh baik perkataanmu. Tentu saja aku akan kembali dengan
selamat dan kubawakan hadiah indah buatmu," kata sang raja. Tak lama
kemudian, raja pun pergi.
Selama sang raja pergi, para puteri semakin nakal dan
malas. Mereka sering membentak inang pengasuh dan menyuruh pelayan agar
menuruti mereka. Karena sibuk menuruti permintaan para puteri yang rewel itu,
pelayan tak sempat membersihkan taman istana. Puteri Kuning sangat sedih
melihatnya karena taman adalah tempat kesayangan ayahnya. Tanpa ragu, Puteri
Kuning mengambil sapu dan mulai membersihkan taman itu. Daun-daun kering
dirontokkannya, rumput liar dicabutnya, dan dahan-dahan pohon dipangkasnya
hingga rapi. Semula inang pengasuh melarangnya, namun Puteri Kuning tetap
berkeras mengerjakannya.
Kakak-kakak Puteri Kuning yang melihat adiknya
menyapu, tertawa keras-keras. "Lihat tampaknya kita punya pelayan
baru,"kata seorang diantaranya. "Hai pelayan! Masih ada kotoran
nih!" ujar seorang yang lain sambil melemparkan sampah. Taman istana yang
sudah rapi, kembali acak-acakan. Puteri Kuning diam saja dan menyapu
sampah-sampah itu. Kejadian tersebut terjadi berulang-ulang sampai Puteri
Kuning kelelahan. Dalam hati ia bisa merasakan penderitaan para pelayan yang
dipaksa mematuhi berbagai perintah kakak-kakaknya.
"Kalian ini sungguh keterlaluan. Mestinya ayah
tak perlu membawakan apa-apa untuk kalian. Bisanya hanya mengganggu saja!"
Kata Puteri Kuning dengan marah. "Sudah ah, aku bosan. Kita mandi di danau
saja!" ajak Puteri Nila. Mereka meninggalkan Puteri Kuning seorang diri.
Begitulah yang terjadi setiap hari, sampai ayah mereka pulang. Ketika sang raja
tiba di istana, kesembilan puteri nya masih bermain di danau, sementara Puteri
Kuning sedang merangkai bunga di teras istana. Mengetahui hal itu, raja menjadi
sangat sedih. "Anakku yang rajin dan baik budi! Ayahmu tak mampu memberi
apa-apa selain kalung batu hijau ini, bukannya warna kuning kesayanganmu!"
kata sang raja.
Raja memang sudah mencari-cari kalung batu kuning di
berbagai negeri, namun benda itu tak pernah ditemukannya. "Sudahlah Ayah,
tak mengapa. Batu hijau pun cantik! Lihat, serasi benar dengan bajuku yang
berwarna kuning," kata Puteri Kuning dengan lemah lembut. "Yang
penting, ayah sudah kembali. Akan kubuatkan teh hangat untuk ayah,"
ucapnya lagi. Ketika Puteri Kuning sedang membuat teh, kakak-kakaknya
berdatangan. Mereka ribut mencari hadiah dan saling memamerkannya. Tak ada yang
ingat pada Puteri Kuning, apalagi menanyakan hadiahnya. Keesokan hari, Puteri
Hijau melihat Puteri Kuning memakai kalung barunya. "Wahai adikku, bagus
benar kalungmu! Seharusnya kalung itu menjadi milikku, karena aku adalah Puteri
Hijau!" katanya dengan perasaan iri.
Ayah memberikannya padaku, bukan kepadamu," sahut
Puteri Kuning. Mendengarnya, Puteri Hijau menjadi marah. Ia segera mencari
saudara-saudaranya dan menghasut mereka. "Kalung itu milikku, namun ia
mengambilnya dari saku ayah. Kita harus mengajarnya berbuat baik!" kata
Puteri Hijau. Mereka lalu sepakat untuk merampas kalung itu. Tak lama kemudian,
Puteri Kuning muncu. Kakak-kakaknya menangkapnya dan memukul kepalanya. Tak
disangka, pukulan tersebut menyebabkan Puteri Kuning meninggal. "Astaga!
Kita harus menguburnya!" seru Puteri Jingga. Mereka beramai-ramai
mengusung Puteri Kuning, lalu menguburnya di taman istana. Puteri Hijau ikut mengubur
kalung batu hijau, karena ia tak menginginkannya lagi.
Sewaktu raja mencari Puteri Kuning, tak ada yang tahu
kemana puteri itu pergi. Kakak-kakaknya pun diam seribu bahasa. Raja sangat
marah. "Hai para pengawal! Cari dan temukanlah Puteri Kuning!"
teriaknya. Tentu saja tak ada yang bisa menemukannya. Berhari-hari,
berminggu-minggu, berbulan-bulan, tak ada yang berhasil mencarinya. Raja sangat
sedih. "Aku ini ayah yang buruk," katanya." Biarlah anak-anakku
kukirim ke tempat jauh untuk belajar dan mengasah budi pekerti!" Maka ia
pun mengirimkan puteri-puterinya untuk bersekolah di negeri yang jauh. Raja
sendiri sering termenung-menung di taman istana, sedih memikirkan Puteri Kuning
yang hilang tak berbekas.
Suatu hari, tumbuhlah sebuah tanaman di atas kubur
Puteri Kuning. Sang raja heran melihatnya. "Tanaman apakah ini? Batangnya
bagaikan jubah puteri, daunnya bulat berkilau bagai kalung batu hijau, bunganya
putih kekuningan dan sangat wangi! Tanaman ini mengingatkanku pada Puteri
Kuning. Baiklah, kuberi nama ia Kemuning.!" kata raja dengan senang. Sejak
itulah bunga kemuning mendapatkan namanya. Bahkan, bunga-bunga kemuning bisa
digunakan untuk mengharumkan rambut. Batangnya dipakai untuk membuat
kotak-kotak yang indah, sedangkan kulit kayunya dibuat orang menjadi bedak.
Setelah mati pun, Puteri Kuning masih memberikan kebaikan.
Analisis
Unsur Kebahasan Hikayat Bunga Kemuning
Masa lampau
: Dahulu kala
Sindiran : "Wahai
adikku, bagus benar kalungmu! Seharusnya kalung itu menjadi milikku, karena aku
adalah Puteri Hijau!"
Humor :
" Lihat tampaknya kita punya pelayan baru,"
Konjungsi : "Kalung
itu milikku, namun ia mengambilnya dari saku
ayah. Kita harus mengajarnya berbuat baik!"
STRUKTUR TEKS ANEKDOT
Alur/plot :
Alur Maju
Bukti : karna dalam cerita ini tidak
menceritakan tentang masa lalu.
Tema : Kekeluargaan, Kerajaan dan Kasih sayang tulus seorang anak kepada ayahnya.
Latar/setting :
1.
Latar tempat
:
Kerajaan (bukti: hikayat ini mengisahkan tentang kerajaan jaman dahulu.)
Taman (bukti : tanpa ragu, putri kuning mengambil sapu dan mulai membersihkan taman itu.)
Danau (bukti : ketika sang raja tiba di istana kesembilan putrinya masih bermain di danau.)
Teras istana (bukti : sementara putri kuning sedang merangkai bunga di teras istana.)
Kerajaan (bukti: hikayat ini mengisahkan tentang kerajaan jaman dahulu.)
Taman (bukti : tanpa ragu, putri kuning mengambil sapu dan mulai membersihkan taman itu.)
Danau (bukti : ketika sang raja tiba di istana kesembilan putrinya masih bermain di danau.)
Teras istana (bukti : sementara putri kuning sedang merangkai bunga di teras istana.)
2.
Latar waktu
: Pada zaman dahulu kala
3.
Latar
suasana : Sedih (bukti: berhari-hari,
berminggu-minggu, berbulan-bulan, tak ada yang berhasil menemukan Putri
Kemuning. Raja sangat sedih. "Aku
ini ayah yang buruk," katanya.)
Tokoh:
1.
Protagonis : Raja dan Putri Kuning
2.
Antagonis : Putri Jingga, Putri Nila, Putri Hijau, Putri Kelabu, Putri Oranye, Putri
Merah Merona, Putri Kuning dan 2 putri lainnya.
Karaker tokoh-tokoh
1.
Raja :
Bijaksana (bukti: sang raja dikenal sebagai raja yang bijaksana)
Penyayang (bukti: sang raja sangat menyayangi anak-anaknya)
Bijaksana (bukti: sang raja dikenal sebagai raja yang bijaksana)
Penyayang (bukti: sang raja sangat menyayangi anak-anaknya)
2.
Putri kuning
:
Baik hati (bukti: karna para inang sibuk untuk menuruti permintaan kakak-kakaknya, taman menjadi tidak ada yang membersihkan. Tapi dengan senang hati putri kuning mau membantu membersihkan taman.)
Penyabar (bukti: “Hai pelayan! Masih ada kotoran nih!” ujar seorang yang lain sambil melemparkan sampah. Taman istana yang sudah rapi, kembali acak-acakan. Putri kuning diam saja dan menyapu sampah sampah itu.)
Ramah (bukti: Sebaliknya ia selalu riang dan tersenyum ramah kepada siapa pun.)
Baik hati (bukti: karna para inang sibuk untuk menuruti permintaan kakak-kakaknya, taman menjadi tidak ada yang membersihkan. Tapi dengan senang hati putri kuning mau membantu membersihkan taman.)
Penyabar (bukti: “Hai pelayan! Masih ada kotoran nih!” ujar seorang yang lain sambil melemparkan sampah. Taman istana yang sudah rapi, kembali acak-acakan. Putri kuning diam saja dan menyapu sampah sampah itu.)
Ramah (bukti: Sebaliknya ia selalu riang dan tersenyum ramah kepada siapa pun.)
3.
Puteri
Hijau : Jahat, mudah iri (bukti: Puteri Hijau melihat Puteri Kuning memakai kalung barunya. "Wahai
adikku, bagus benar kalungmu! Seharusnya kalung itu menjadi milikku, karena aku
adalah Puteri Hijau!" katanya dengan perasaan iri)
4.
Kakak-kakak
putri kuning : Nakal, manja, jahat. (bukti: sering membentak inang
pengasuh dan menyuruh pelayan agar menuruti mereka, merampas kalung putri
kuning, menangkap dan memukul kepala putri kuning sampai putri kuning meninggal
dan menguburnya tanpa memberitahu ayahnya (raja).
Sudut Pandang : Orang Pertama dan orang ketiga.
Amanat :
-Berlaku baiklah kepada sesama saudara kita
-Berfikirlah terlebih dahulu ketika kita akan bertindak
Kamis, 03 November 2016
Memaknai Teks Anekdot
Di sebuah desa kecil. Banyak orang kehilangan ayam. Setiap
malam mereka selalu berjaga untuk menangkap pencuri ayam. Tapi suatu hari, ada
warga yang melihat tetangganya sedang mengurung ayam miliknya.
Pemilik ayam : Kau pencuri, ya?
Tetangga : Aku tidak mencuri ayammu. Ayammu yang datang kepadaku. Ayammu selalu buang kotoran di teras saya. Ayam siapa pun yang mengganggu kenyamananku, pasti akan saya kurung dan kujual.
Pemilik ayam: Padahal, saya sudah peringatkan kepada ayam-ayamku, jangan buang kotoran di teras tetangga kita. Bertelorlah di sana, pasti tetangga kita akan senang. Tapi ayam-ayamku tidak ada yang mau mendengar. Ternyata ayamku hilang ditangkap oleh serigala berbulu domba. Saya kira dicuri maling.
Pemilik ayam : Kau pencuri, ya?
Tetangga : Aku tidak mencuri ayammu. Ayammu yang datang kepadaku. Ayammu selalu buang kotoran di teras saya. Ayam siapa pun yang mengganggu kenyamananku, pasti akan saya kurung dan kujual.
Pemilik ayam: Padahal, saya sudah peringatkan kepada ayam-ayamku, jangan buang kotoran di teras tetangga kita. Bertelorlah di sana, pasti tetangga kita akan senang. Tapi ayam-ayamku tidak ada yang mau mendengar. Ternyata ayamku hilang ditangkap oleh serigala berbulu domba. Saya kira dicuri maling.
Makna 1 : Tetangga itu menyembunyikan dan menjual setiap
ayam yang masuk ke halamannya.
Makna 2 : Tetangga yang selama ini dikenalnya baik tetapi
ternyata jahat.
Makna 3 : Kelihatannya orang baik-baik tetapi memiliki
perangai yang burukdisusun oleh :
1. Alika Nurul Hidayah
2. Anugerah Munandar
3. Muhammad Yusril Hidayatullah
4. Rafli Fathur Rachman
Struktur Teks Anekdot
Pencuri Sendal
Pada suatu siang yang panas, Bejo sedang asik memakan soto dengan
lahap mangkuk demi mangkuk, sehingga kalau diibaratkan obat, Bejo telah
overdosis.
Sesudah kenyang, Bejo bergegas pulang dengan perut buncit. Ditengah
jalan Bejo mengalami kecelakaan, untungnya Bejo tidak apa-apa, namun apesnya,
kecelakaan itu memakan korban yaitu sendal Bejo.
Dengan terpaksa Bejo berjalan tanpa alas kaki. Deritanya bertambah
karena rumahnya masih jauh. Akhirnya Bejo memilih pergi untuk membeli sendal,
namun apa daya, uangnya tinggal 500 rupiah.
Mendadak Bejo mempunyai ide. Ia berniat untuk mencuri sendal,
ternyata rencananya berjalan mulus, ia mendapat sendal berwarna ungu. Bejo
bergaya seolah pemilik sendal itu.
Tidak diduga pemilik aslinya sadar bahwa Bejo mencuri sendalnya,
"Woy, maling, maling sendal!" Teriak pemilik sendal tersebut. Seperti
ibu-ibu mengejar diskon akhir tahun, pemilik sendal tersebut berlari mengejar
Bejo. Apesnya Bejo, perutnya yang buncit membuatnya mudah tertangkap.
Tidak diduga, pemilik sendal tersebut melaporkan tindakan Bejo ke
polisi.
Bagian-bagian struktur teks diatas (Pencuri Sendal) adalah :
- Abstraksi : Pada suatu siang yang panas
- Orientasi : Bejo sedang asik memakan soto dengan lahap mangkuk demi mangkuk, sehingga kalau diibaratkan obat, Bejo telah overdosis.
- Krisis : Ditengah jalan Bejo mengalami kecelakaan, kecelakaan itu memakan korban yaitu sendal Bejo. Mendadak Bejo mempunyai ide. Ia berniat untuk mencuri sendal
- Reaksi : Tidak diduga pemilik aslinya sadar bahwa Bejo mencuri sendalnya
- Koda : Pemilik sendal tersebut melaporkan tindakan Bejo ke polisi.
Kaidah Cerita Anekdot
. 1. Menggunakan waktu lampau
; contohnya : setelah kekenyangan
2. Menggunakan Pertanyaan rotoris; contohnya : apa yang kamu curi itu sandal?
2. Menggunakan Pertanyaan rotoris; contohnya : apa yang kamu curi itu sandal?
3. Menggunakan kata
penghubung atau kongjungsi, contohnya : Tidak diduga
4. Menggunakan kata kerja, contohnya : mencuri, memakan, membeli, pergi, bergegas, berteriak, mengejar, melaporkan.
4. Menggunakan kata kerja, contohnya : mencuri, memakan, membeli, pergi, bergegas, berteriak, mengejar, melaporkan.
Kamis, 25 Agustus 2016
Cerita Di Balik Pantry
Pantry sekolah adalah tempat untuk makan
bagi siswa-siswa bahkan guru-guru yang berada di sekolah yang berasrama. SMA
Negeri 11 Unggulan Pinrang memiliki dua pantry, yakni pantry putra dan pantry
putri. Lokasi kedua pantry ini sangat strategis bagi para siswa/siswi yang
berada di sekolah ini.pantry putra terletak di belakang gedung B sedangkan
pantry putri terletak di depan indor
Diatas pantry putri terdapat asrama putri
dua (aspuri dua). Di pantry terdapat banyak sekali meja dan kursi, biasanya satu
buah meja terdapat enam atau tujuh kursi dan satu teko. Di pantry putri
terdapat banyak sekali plafon yang rusak sehingga tidak enak saat dipandang, di
pantry putri terdapat juga dua buah poster yang berjudul ikrar hidup bersih,
dan ikrar pendidikan dan karakter, dua buah karpet, satu buah papan tulis, dan tiga buah wastafel. Di pantry putri inilah terdapat ibu-ibu pantry yang bertugas
untuk membuatkan makanan untuk kita selain memasak ibu-ibu pantry juga ini
bertugas untuk membersihkan kawasan pantry. Di pantry putra pula terdapat banyak
sekali meja dan kursi, biasanya satu buah meja terdapat enam atau tujuh kursi
dan satu teko. Didepan pantry putra terdapat tiga buah tempat untuk
nongkrong-nongkrong. Di pantry juga terdapat beberapa poster yang diantaranya
peraturan asrama, kata-kata bijak dan sebagainya, dan tiga buah wastafel.
Para siswa/siswi makan di pantry selama
empat kali sehari yakni sarapan,makan siang,snack,makan malam. Setiap hari
makanannya selalu berbeda sehingga kita tidak pernah bosan untuk makan disana. Selain
makan pantry juga dapat digunakan sebagai Kegiatan Belajar Malam (KBM). Jika malam
hari disana terdapat banyak siswa/siswi yang sedang mengerjakan tugas atau PR
yang diberikan oleh bapak/ibu guru, batas waktu untuk melakukan kegiatan KBM
hingga pukul sepuluh malam.
Oleh karena itu marilah kita menjaga
kebersihan di pantry dengan cara menaruh piring dan gelas kotor di baskom dan
ember dan memasukkan kursi ke dalam meja setelah makan agar pantry kita menjadi
bersih dan enak saat dipandang. Demikianlah hasil observasi saya lebih dan
kurangnya mohon dimaafkan
Wassalamu Alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh.
Langganan:
Postingan (Atom)